AKUNTANSI KEPERILAKUAN DALAM RETROSPEK DAN PROSPEK
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Akuntansi telah diakui sebagai fenomena yang membentuk dan berfungsi sebagai konsekuensi interpenden dari konteks dimana akuntansi beroperasi. Dari perspektif ekonomi, peranan dan fungsi akuntansi sekarang berdampak penting pada organisasi pemerintahan dan operasi pasar keuangan. Dengan cara yang sama, dari perspektif keperilakuan dan organisasi, akuntansi sekarang diakui sebagai praktek yang konsekuensinya dimediasi oleh konteks sosial dan manusia dimana akuntansi beroperasi dan cara akuntansi bersinggungan dengan fenomena sosial dan organisasi lainnya.
Munculnya ketertarikan terhadap ekonomi dan keperilakuan serta fungsi akuntansi organisasional membutuhkan pergeseran radikal dalam konsepsi yang merupakan tugas dari riset akuntansi dan akuntansi. Daripada menggunakan akuntansi untuk akuntansi semata, pengembangan perspektif tersebut membutuhkan sebuah pandangan yang problematis tentang masalah akuntansi.
2. Rumusan Masalah
Yang menjadi rumusan masalah makalah ini adalah terkait dengan berbagai pandangan ahli yang berbeda-beda dalam menilai area riset mengenai akuntansi keperilakuan dalam retrospek dan prospek.
B. PEMBAHASAN
1. Bidang yang Kompleks, Kaya, dan Terus Bergerak
Dalam meninjau literatur akuntansi secara sistematis dan hati-hati, Birnberg dan Shields menggambarkan area riset yang begitu kaya. Lima aliran riset akuntansi keperilakuan (1989) tersebut adalah:
1) Pengendalian manajemen (manajemen control)
2) Pemrosesan informasi akuntansi (accounting information processing)
3) Desain sistem informasi (information system design)
4) Riset audit (audit research)
5) Sosiologi organizational (organizatioanl sociology)
Walaupun tidak diragukan lagi bahwa riset tersebut diatas terlalu berbeda dalam hal kualitas, Birnberg dan Shields membenarkan penekanan terhadap sifat observasional dari perbandingan dan variasi keperilakuan, serta peningkatan sifat orientasi teoritis dalam proses riset tersebut. Dalam banyak area masih tidak ada tingkat kesadaran teoritis yang memadai. Dengan demikian, riset yang dilakukan masih jauh dari kemampuan memberikan dasar interpretasi yang menarik dan bermanfaat guna memahami dan mengubah akuntansi dalam aksi.
Dalam konteks manajemen akuntansi atau auditing pada tingkat individu, sekarang, kita berada dalam posisi untuk memahami dan memanfaatkan komentar tentang fungsi sitem informasi akuntansi. Fenomena seperti penganggaran, penetapan standar, dan interpretasi informasi akuntansi manajemen dipahami secara integratif dengan konteks manusia dan organisasional dimana mereka berada.
2. Sudut Pandang dari Luar
Berbeda dari Birnberg dan Shields, Burgstahler dan Sundem menunjukan perbedaan yang besar (sudut pandang non-akuntansi). Riset akuntansi keperilakuan menurut mereka telah diperhatikan di masa lalu oleh anggota komunitas sosial berbeda. Tugas yang diambil oleh Burgstahler dan Sundem adalah sulit. Kekayaan dan kompleksitas dari bidang yang muncul menciptakan kesulitan besar bagi pihak luar (outsider). Hal ini membutuhkan investasi waktu yang besar untuk memahami aliran proses riset, strategi kumulatif yang diadopsi, cara bidang tersebut distruktur dan dikarakteristikkan, serta implikasi penuh dari keragaman perspektif konseptual yang digunakan.
Survei atas seluruh bidang riset-yang berorientasi ekonomi dalam akuntansi mulai dari teori biaya dan laba yang menekankan pada studi pasar modal yang efisien, teori agensi, ekonomi informasi dan organisasi, dan seterusnya akan menjadi tugas yang cukup berat bagi peneliti organisasioanal atau keperilakuan.
Secara eksplisit, Burgstahler dan Sundem menyatakan pendekatan mereka terhadap tinjauan didasarkan pada perspektif pandangan ekonomi informasi dunia, yang merupakan salah satu dari rentang perspektif ekonomi yang mungkin. Hal ini sama seperti peneliti keperilakuan lain yang menggunakan sosiologi ekonomi untuk memahami masalah yang melekat pada rasionalitas ekonomi implisit dalam riset ekonomi dalam riset ekonomi yang berorientasi pada penelitian akuntansi dan sejarah intelektual yang didasarkan pada konsep perilaku dalam dunia sosial-politik dan lingkungan ekonomi.
3. Menggerakan Agenda Riset ke Depan
Komentar pribadi Caplan tentang kemunculan akuntansi keperilakuan memberikan beberapa pemahaman lebih lanjut tentang kekuatan mobilisasi perkembangan dari area tersebut dan apa yang dicapai sekarang. Bukan hanya pengaruh tekanan peranan yang dimainkan oleh restrukturisasi intelektual bisnis Amerika terhadap pendidikan dan riset, melainkan juga kemunculan srudi akuntansi keperilakuan yang perlu dipandang dalam konteks kemunculan ketertarikan organisasioanal terhadap ilmu pengetahuan sosial dan keperilakuan.
Kita kembali pada analisis kondisi (state of the art) saat ini. Caplan menawarkan sebuah pandangan yang lebih berhati-hati dibandingkan dengan pandangan Burgstahler dan Sundem walaupun ia merupakan orang dalam (insider) dibidang akuntansi keperilakuan. Menurut Caplan, akuntansi keperilakuan memberikan penekanan yang adil terhadap pemahaman sempit, dikendalikan metode, dan cepat melakukan studi yang s ebagian tampaknya dihasilkan oleh budaya akademis Amerika. Seperti disampaikan oleh Burgstahler dan Sundem serta ditinjau oleh Lord, kemajuan dalam satu bidang lebih sering ditentukan oleh sejumlah kecil studi inovatif. Sama seperti lainnya, area akuntansi keperilakuan cenderung menerminkan pembelajaran, proses kumulatif riset, dan interdependensi sehat dengan disiplin ilmu lain dalam ilmu pengetahuan manusia.
Perluasan domain penyelidikan organisasional dan keperilakuan tersebut bukannya mudah dan tidak problematis. Seperti disampaikan oleh Caplan, studi kasus dan barangkali tempat serupa untuk penyelidikan lebih kompleks tidak hanya membutuhkan keahlian baru tetapi juga keahlian yang besar dalam mengidentifikasi konsep keperilakuan yang tepat dan mengaplikasikan konsep ini pada situasi yang spesifik.
4. Pasang Surut Aliran Kemajuan
Tinjauan Lord tentang perkembangan pemikiran keperilakuan dalam akuntansi memperkuat dari banyak temuan dari riset lain. Meskipun demikian, pendekatan khusus ini juga menghasilkan observasi tentang cara bidang tersebut dapat bermanfaat bagi pengembangan berikutnya. Hal yang menarik adalah kualitas dan keaslian riset semata tampaknya tidak memadai untuk memasukan dorongan khusus untuk riset organisasional dan keperilakuan kejalur kemajuan kumulatif.
Sebaliknya, tinjauan Lord bermanfaat untuk menyampaikan pertimbangan tentang skala pengembangan komparatif dan studi yang berorientasi akuntansi di Amerika Serikat, khususnya yang mencerminkan pendekatan pemrosesan informasi manusia dan kognitif. Lord juga menekankan cara riset akuntansi keperilakuan muncul dalam konteks peningkatan ketertarikan yang lenih umum terhadap peranan akuntansi dalam pengambilan keputusan.
Hal yang tidak signifikan dalam riset akuntansi keperilakuan adalah observasi Lord tentang peranan signifikan yang dimainkan oleh struktur institusional dunia akademis akuntansi. Dia menekankan pentingnya pengembangan riset pemrosesan informasi manusia yang pada awalnya diterima oleh Journal Of Accounting Research dan dimasukan dalam konferensi riset empiris Chicago yang sangat berpengaruh. Baik Lord, Burgstahler maupun Sundem mengomentari signifikansi intelektual dan konferensi sebagai kunci untuk area pengembangan lebih luas.
C. KESIMPULAN
Becker merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah akuntansi keperilakuan pada 1967. Kehadiran jurnal spesialis baru benar-benar sesuai untuk merayakan kelahiran bidang baru ini. Selama masa intervensi bertahun-tahun, banyak kemajuan yang dicapai daripada yang disadari. Meskipun demikian, tidak ada alasan untuk berpuas diri. Kesulitan dan masalah, sebagaimana halnya tantangan, tetap banyak dan sangat signifikan. Dalam menghadapi masa depan, riset dalam area ini, perlu terus belajar dari pengalaman masa lalu, diperbaiki, dan didasarkan pada pemahaman terhadap kemungkinan baru untuk memperkaya apresiasi kita tentang bagaimana akuntansi berfungsi dalam konteks organisasional dan keperilakuan.
Ketika riset organisasional dan keperilakuan bergerak kearah mayoritas selama bertahun-tahun, hal ini bukan hanya akan terus memperbaiki keahlian dan perspektif yang dikembangkan selama bertahun-tahun, melainkan juga mengadopsi pendirian intelektual yang lebih matang dan penuh percaya diri dalam proses tersebut. Hopwood mengatakan keduanya sma-sama memungkinkan dan dapat diharapkan.